ByteDance, raksasa teknologi Tiongkok di belakang TikTok, dilaporkan sedang melatih model kecerdasan buatan baru yang sangat besar dengan sekitar 10 triliun parameter, skala yang akan menempatkannya di antara sistem AI terbesar yang pernah dibuat dan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan model Mythos yang terdepan dari Anthropic. Laporan tersebut, diterbitkan oleh Financial Times pada tanggal 7 Agustus 2026, dan kemudian diliput oleh Benzinga, Mobile World Live, dan sejumlah media lainnya, menandakan peningkatan upaya laboratorium Tiongkok untuk menutup kesenjangan dengan laboratorium Amerika. Untuk liputan berkelanjutan mengenai perlombaan AI global, ikuti perkembangan AI terbaru.
Apa yang Dilaporkan Financial Times
Menurut Financial Times, model baru ByteDance dirancang untuk menyamai skala Anthropic's Mythos, model terdepan yang secara luas dianggap sebagai salah satu sistem AI paling mumpuni yang saat ini sedang dikembangkan. Beberapa media, termasuk The News International dan Finimize, melaporkan jumlah parameter sekitar 10 triliun, yang melampaui skala banyak model perbatasan yang ada.
Pembingkaian Financial Times - bahwa ByteDance "menargetkan model mega AI yang mendekati Mitos Anthropic" - menggarisbawahi perubahan strategis. Daripada bersaing terutama dalam hal biaya atau aksesibilitas terbuka, seperti yang dilakukan beberapa laboratorium Tiongkok, ByteDance tampaknya mengejar skala dan kemampuan mentah di garis depan. Mezha, sebuah publikasi teknologi Ukraina, mencatat bahwa jumlah parameternya "bahkan lebih banyak daripada Anthropic's Mythos", yang menyoroti ambisi proyek tersebut.
Parameter Perlombaan Senjata
Jumlah parameter — jumlah bobot yang dapat disesuaikan dalam jaringan saraf — telah lama digunakan sebagai proksi kasar untuk kemampuan model, meskipun para ahli memperingatkan bahwa ini bukanlah ukuran yang sempurna. Arsitektur, kualitas data pelatihan, dan efisiensi komputasi semuanya memainkan peran penting dalam menentukan performa model di dunia nyata. Meskipun demikian, mencapai angka 10 triliun parameter merupakan upaya rekayasa yang signifikan.
Melatih model pada skala ini memerlukan sumber daya komputasi yang sangat besar, termasuk ribuan GPU berperforma tinggi dan pelatihan berkelanjutan selama berbulan-bulan. Persyaratan komputasi juga diterjemahkan ke dalam investasi modal yang besar, yang mencerminkan kesediaan ByteDance untuk memberikan sumber daya yang serius untuk ambisi AI-nya.
Sebagai konteksnya, banyak model paling mumpuni yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir telah beroperasi dalam rentang parameter ratusan miliar hingga triliunan rendah. Model dengan 10 triliun parameter akan berada pada atau mendekati skala paling atas, bersama dengan sistem terbesar dari laboratorium perbatasan Amerika.
Ambisi AI ByteDance yang Berkembang
ByteDance terus memperluas upaya penelitian dan pengembangan AI-nya. Perusahaan ini mengoperasikan model bahasanya yang besar dan telah berinvestasi pada AI generatif di seluruh ekosistem produknya. Berbeda dengan beberapa pesaing Tiongkok yang sangat berfokus pada rilis open-weight untuk membangun komunitas pengembang, ByteDance telah menerapkan strategi yang lebih terintegrasi secara vertikal, menanamkan kemampuan AI ke dalam aplikasi konsumennya dan juga membangun layanan yang dapat digunakan oleh perusahaan.
Dorongan yang dilaporkan untuk membangun model skala Mythos menunjukkan bahwa ByteDance percaya bahwa bersaing di lini terdepan — tidak hanya di segmen kelas menengah atau kelas terbuka — sangat penting untuk posisi jangka panjangnya. Hal ini sejalan dengan pola yang lebih luas di ekosistem AI Tiongkok, di mana para pemain besar termasuk Alibaba, Tencent, dan Baidu telah meningkatkan investasi dalam pelatihan model skala besar.
Dimensi Geopolitik
Laporan ini muncul di tengah semakin ketatnya persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam bidang kecerdasan buatan. AS telah memberlakukan serangkaian kontrol ekspor berturut-turut yang bertujuan membatasi akses Tiongkok terhadap chip AI paling canggih, khususnya GPU kelas atas Nvidia, yang penting untuk melatih model skala perbatasan.
Meskipun terdapat pembatasan-pembatasan ini, laboratorium-laboratorium di Tiongkok telah menunjukkan ketahanannya, salah satunya melalui penimbunan perangkat keras yang tersedia, pengembangan alternatif dalam negeri, dan optimalisasi teknik pelatihan untuk menghasilkan lebih banyak kinerja dari komputasi yang terbatas. Kemampuan ByteDance untuk menerapkan model 10 triliun parameter dalam kondisi ini akan menandakan bahwa pengendalian ekspor tidak menghentikan kemajuan di garis depan — meskipun mungkin justru memperlambatnya.
Implikasi kompetitifnya tidak hanya mencakup kebanggaan nasional. Kemampuan model Frontier semakin mendukung penerapan dalam penelitian ilmiah, keamanan siber, produktivitas ekonomi, dan keamanan nasional. Negara atau perusahaan yang memiliki sistem paling mumpuni dapat memperoleh keuntungan struktural di berbagai bidang yang secara strategis penting.
Yang Perlu Ditonton
Beberapa pertanyaan masih belum terjawab. ByteDance belum secara terbuka mengkonfirmasi laporan Financial Times atau mengumumkan jadwal rilisnya. Tidak jelas apakah model dengan 10 triliun parameter ini ditujukan untuk penggunaan internal, produk konsumen, atau ketersediaan API untuk pengembang eksternal. Arsitektur model – apakah menggunakan desain yang padat atau gabungan para ahli – juga masih belum diketahui, dan perbedaan tersebut secara signifikan memengaruhi biaya pelatihan dan efisiensi inferensi.
Mobile World Live melaporkan bahwa ByteDance sedang “merencanakan model AI terdepan untuk menyaingi Mythos,” yang menunjukkan bahwa ambisi perusahaan lebih dari sekadar mencocokkan tolok ukur yang ada hingga membangun posisi kepemimpinan yang sesungguhnya.
Tetap Terdepan dalam AI
Perlombaan global untuk membangun model AI yang paling mumpuni semakin cepat, dengan laboratorium-laboratorium besar di Amerika Serikat dan Tiongkok mendorong batas-batas skala dan kemampuan. Untuk pelaporan yang jelas dan bersumber mengenai pengembangan model, perusahaan yang terlibat, dan kepentingan geopolitik, tandai halaman beranda kami dan baca berita AI selengkapnya → di https://aibuzzwire.news.
