Startup pengoptimalan kecerdasan buatan Refiant Inc. telah meluncurkan Protea, serangkaian model AI konteks panjang yang dipimpin oleh jendela konteks 10 juta token yang menurut perusahaan termasuk di antara yang terbesar yang pernah tersedia untuk umum. Model tersebut ditayangkan pada 8 Juli 2026, di refiant.ai tanpa daftar tunggu dan tanpa proses persetujuan.

Jendela konteks menentukan berapa banyak informasi yang dapat disimpan oleh suatu model dalam memori kerja sekaligus. Sebagian besar model AI terkemuka saat ini menangani tidak lebih dari beberapa ratus ribu token sebelum kinerjanya menurun, sehingga memaksa pengembang mengambil solusi yang memecah kumpulan data besar menjadi beberapa bagian. Refiant mengatakan Protea menaikkan batas tersebut secara signifikan. Untuk liputan berkelanjutan mengenai peluncuran model AI dan tren industri, pembaca dapat menemukan berita AI terkini di beranda kami.

Arti 10 Juta Token dalam Praktek

Jendela konteks 10 juta token menghasilkan sekitar 7,5 juta kata, atau sekitar 15.000 halaman teks. Refiant membingkai implikasi praktisnya dalam istilah yang jelas: seluruh basis kode perusahaan dapat dimuat sekaligus, begitu pula arsip peraturan lengkap atau data uji klinis bertahun-tahun yang sebelumnya harus dipotong dan dimasukkan ke dalam model sepotong demi sepotong.

Perusahaan mengungkapkannya dengan lebih konkrit. Sepuluh juta token dapat menyimpan email dan pesan Slack milik seseorang hingga lima tahun, atau laporan dan file selama beberapa dekade. Tim teknik dapat memuat basis kode lengkap dan menjalankan analisis dalam satu hari. Perusahaan asuransi dapat menyaring klaim bertahun-tahun tanpa terlebih dahulu memecah data menjadi beberapa bagian.

Protea tersedia dalam tiga versi yang mencakup 1 juta, 5 juta, dan 10 juta token, memberikan fleksibilitas kepada pengembang untuk menyesuaikan ukuran konteks dengan beban kerja dan anggaran mereka.

Mengatasi Masalah Hilang di Tengah

Salah satu tantangan paling persisten dengan jendela konteks yang besar adalah apa yang disebut dengan masalah lost-in-the-middle, sebuah kelemahan yang terdokumentasi di mana model tetap akurat pada awal dan akhir masukan namun kehilangan jejak material yang terkubur di antara titik-titik akhir tersebut. Refiant mengatakan Protea secara khusus mengatasi masalah ini, meskipun perusahaan belum mempublikasikan hasil benchmark rinci yang menunjukkan peningkatan tersebut.

Masalah “tersesat di tengah-tengah” telah menjadi hambatan besar dalam penerapan praktis model konteks panjang. Bahkan ketika sebuah model secara teknis menerima jutaan token, keandalannya terhadap informasi di tengah konteks tersebut sering kali dipertanyakan, sehingga membatasi kegunaan dunia nyata untuk tugas-tugas seperti analisis basis kode lengkap.

Didirikan pada Swarm Optimization dan Evolutionary Search

Refiant didirikan pada tahun 2025 oleh Viroshan Naicker, Siddharth Gutta, dan Mathew Haswell. Naicker adalah ahli matematika kuantum, sedangkan rekan pendirinya berasal dari latar belakang keuangan dan penskalaan komersial. Tim berpendapat bahwa model AI modern sangat tidak efisien dan metode yang lebih baik sudah ada di alam.

Pendekatan Refiant meminjam dari pencarian evolusioner dan perilaku gerombolan, prinsip-prinsip kecerdasan kolektif yang sama yang diamati pada kawanan burung, gerombolan ikan, dan koloni semut. Perusahaan ini pertama kali menerapkan pendekatan ini pada kompresi model, dan berhasil mengecilkan GPT-OSS-120B OpenAI agar dapat dijalankan di MacBook Pro hanya dengan RAM 12 gigabita. Hasil kompresi tersebut membantu mengamankan kemitraan penelitian dengan Imperial College London dan Sargent Centre for Process Systems Engineering di University College London.

Pendanaan dan Rencana Masa Depan

Peluncuran Protea mengikuti putaran awal senilai $5 juta yang ditutup Refiant pada awal tahun 2026, dipimpin oleh VoLo Earth Ventures. Perusahaan yang didirikan di Afrika Selatan ini sekarang berbasis secara komersial di Inggris.

Chief Executive Viroshan Naicker mencatat bahwa AI konteks panjang telah dibicarakan selama lebih dari setahun namun belum benar-benar tersedia secara komersial. Co-founder dan Chief Product Officer Mathew Haswell menambahkan bahwa pelanggan menginginkan model yang dapat mereka uji dan buat dibandingkan dengan lebih banyak daftar tunggu, sebuah kritik langsung terhadap pendekatan akses terjaga keamanannya yang diadopsi oleh banyak laboratorium AI yang lebih besar.

Refiant mengatakan pihaknya telah menjalankan prototipe internal dengan 100 juta token, meskipun bagaimana membandingkannya dan mengubahnya menjadi sebuah produk masih menjadi pertanyaan terbuka. Peluncuran Protea adalah tahap pertama dari tiga tahap yang direncanakan, dan perusahaan menjanjikan lebih banyak lagi dalam waktu tiga bulan.

Perlombaan AI Konteks Panjang Semakin Memanas

Refiant memasuki pasar AI konteks panjang yang semakin kompetitif. Meskipun laboratorium-laboratorium besar secara bertahap memperluas jendela konteks, sebagian besar model yang tersedia secara komersial masih beroperasi jauh di bawah ambang batas 10 juta token. Keputusan Refiant untuk meluncurkan tanpa daftar tunggu dan akses langsung menunjukkan kontras dengan pendekatan peluncuran bertahap yang umum dilakukan oleh pesaing yang lebih besar.

Metodologi optimasi gerombolan perusahaan juga membedakannya dari pesaing yang terutama mengandalkan penskalaan trafo konvensional. Apakah algoritme yang terinspirasi dari alam dapat memberikan keunggulan kinerja berkelanjutan pada skala produksi masih harus dilihat, namun rekam jejak kompresi Refiant dan kemitraan universitas memberikan kredibilitas pada pendekatan ini.

Tetap Terdepan dalam AI

Model Protea sekarang tersedia di refiant.ai. Untuk cakupan dan analisis industri AI lebih lanjut, kunjungi AI Buzz Wire.

Baca berita AI selengkapnya →