Moonshot AI Tiongkok sedang dalam pembicaraan untuk meningkatkan pendanaan pra-IPO dengan penilaian sekitar $50 miliar, Bloomberg melaporkan pada tanggal 21 Juli 2026, membatasi kenaikan pesat yang dipicu oleh peluncuran model Kimi K3 beberapa hari sebelumnya. Startup yang didukung Alibaba ini juga sedang meletakkan dasar untuk pencatatan saham publik di Hong Kong yang mungkin dilakukan pada awal tahun ini, menurut beberapa laporan.
Pembicaraan pendanaan ini merupakan salah satu penilaian terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan AI Tiongkok dan menggarisbawahi betapa cepatnya lanskap persaingan telah berubah. Untuk liputan berkelanjutan mengenai perkembangan AI terkini yang membentuk industri global, kemunculan Moonshot menawarkan studi kasus yang menarik.
Katalis Kimi K3
Peningkatan valuasi ini terjadi tepat setelah peluncuran Kimi K3 dari Moonshot pada tanggal 17 Juli 2026. Model tersebut, dengan 2,8 triliun parameter, merupakan model AI open-weight terbesar di dunia, hampir menyamai kinerja model-model milik pesaingnya di AS, dan tersedia secara bebas untuk diunduh dan dimodifikasi.
Rilis ini mengirimkan gelombang kejutan baik pada AI maupun pasar keuangan. Menurut CoinDesk, peluncuran K3 dan rilis AI terkait dari Alibaba memicu pergerakan penting di pasar mata uang kripto, karena investor mengkalibrasi ulang ekspektasi terhadap kemampuan AI Tiongkok.
Permintaan terhadap Kimi begitu besar sehingga Moonshot terpaksa menghentikan sementara langganan baru di tengah tingginya permintaan komputasi, demikian yang dilaporkan Reuters pada 20 Juli. Sumber daya GPU perusahaan tidak dapat mengimbangi membanjirnya pengguna yang mencoba mengakses model tersebut.
Dari $3 Miliar menjadi $50 Miliar
Angka $50 miliar ini menandai lompatan mengejutkan dari penilaian Moonshot sebelumnya. Perusahaan ini bernilai sekitar $3,3 miliar selama putaran pendanaan tahun 2024, menjadikan target baru tersebut kira-kira lima belas kali lebih tinggi dalam rentang waktu sekitar dua tahun.
Bloomberg melaporkan bahwa putaran pra-IPO akan menjadi penggalangan dana swasta terakhir Moonshot sebelum rencana debut publiknya. Perusahaan ini menargetkan listing di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan AI Tiongkok lainnya yang mengejar pasar publik seiring meningkatnya persaingan teknologi AS-Tiongkok.
New York Post melaporkan bahwa perusahaan tersebut dapat melakukan IPO paling cepat pada tahun ini, meskipun jangka waktunya tetap bergantung pada kondisi pasar dan persetujuan peraturan.
Gelombang IPO AI Tiongkok
Moonshot tidak sendirian dalam ambisi pasar publiknya. Sektor AI Tiongkok yang lebih luas telah menyaksikan gelombang aktivitas IPO pada tahun 2026 ketika para startup mencari modal untuk mendanai pengembangan model dan pembangunan infrastruktur yang semakin mahal.
Zhipu AI, startup AI besar Tiongkok lainnya, meluncurkan penjualan saham Hong Kong senilai $4 miliar pada awal Juli setelah sahamnya melonjak 1,500% setelah peluncuran modelnya sendiri. Z.ai dari Tiongkok, yang membuat seri model GLM, juga telah merencanakan pencatatan ganda untuk menutup kesenjangan kinerja dengan laboratorium terdepan di AS.
IPO-IPO ini mencerminkan tren yang lebih luas: perusahaan-perusahaan AI Tiongkok semakin yakin akan daya saing teknologi mereka dan bersemangat memanfaatkan pasar modal publik untuk mempertahankan laju pembangunan mereka yang pesat.
Strategi Bobot Terbuka
Keputusan Moonshot untuk merilis Kimi K3 sebagai model berbobot terbuka menjadi alasan utama popularitasnya yang tiba-tiba. Berbeda dengan model berpemilik yang hanya dapat diakses melalui API, model open-weight dapat diunduh, dipelajari, dan dimodifikasi oleh siapa pun dengan daya komputasi yang memadai.
Pendekatan ini menjadikan Kimi K3 sangat populer di kalangan pengembang dan peneliti di seluruh dunia, membangun niat baik dan pengenalan merek yang diterjemahkan langsung ke dalam pengaruh komersial. Performa model ini pada skala sumber terbuka menunjukkan bahwa kesenjangan antara kemampuan AI Tiongkok dan AS telah menyempit secara signifikan.
Hambatan Geopolitik
Meskipun terdapat momentum komersial, Moonshot menghadapi hambatan geopolitik yang signifikan. Pemerintahan Trump telah mempertimbangkan pembatasan terhadap model AI Tiongkok, dan Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan bahwa Washington dapat memberikan sanksi kepada Tiongkok atas dugaan pencurian model AI menjelang pembicaraan bilateral yang dijadwalkan pada bulan September.
Tiongkok juga mempertimbangkan kontrol ekspor yang lebih ketat pada model dan chip AI miliknya, menurut laporan Reuters pada 21 Juli, sehingga menambah kompleksitas bagi perusahaan seperti Moonshot yang bergantung pada pasar domestik dan internasional.
Ketegangan ini menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan AI Tiongkok mana pun yang merencanakan pencatatan saham publik. Meskipun Hong Kong tetap menjadi lokasi pilihan, lingkungan peraturan dapat berubah dengan cepat tergantung pada arah hubungan teknologi AS-Tiongkok.
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Jika Moonshot mencapai target valuasinya sebesar $50 miliar, hal ini akan memperkuat posisi perusahaan tersebut sebagai salah satu startup AI paling berharga di dunia, menyaingi atau melampaui banyak perusahaan rintisan di Barat. Dana tersebut kemungkinan akan disalurkan ke infrastruktur komputasi tambahan, pengembangan model, dan ekspansi internasional.
Perjalanan cepat perusahaan ini dari sebuah startup yang relatif tidak dikenal hingga menjadi raksasa senilai $50 miliar menggambarkan volatilitas dan peluang yang ada pada momen AI saat ini. Dengan Kimi K3 yang menunjukkan kemampuan kompetitif dan antusiasme investor yang tinggi, Moonshot tampaknya berada pada posisi untuk memanfaatkan apa yang dilihat banyak orang sebagai peluang pasar yang hanya terjadi sekali dalam satu generasi.
Tetap Terdepan dalam AI
Ingin lebih banyak dari dunia kecerdasan buatan? Tandai AI Buzz Wire untuk mengetahui liputan industri AI terbaru yang dapat Anda percaya.
Baca berita AI selengkapnya →



