Sebuah koalisi perusahaan kecerdasan buatan terbesar di dunia telah meluncurkan inisiatif nirlaba senilai $500 juta yang bertujuan untuk mempersiapkan pekerja Amerika menghadapi gejolak ekonomi yang diperkirakan akan diakibatkan oleh AI. Organisasi tersebut, bernama RAISE US, memulai debutnya pada tanggal 25 Juni dengan dukungan politik bipartisan dan komitmen pendanaan dari OpenAI, Anthropic, Microsoft, dan Amazon.

Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengubah gangguan tenaga kerja yang disebabkan oleh AI menjadi sebuah peluang – melatih kembali dan melatih kembali pekerja yang pekerjaannya paling banyak terkena otomatisasi sekaligus membantu orang lain beradaptasi dengan peran yang ditambah dengan AI. For more context on this story, see our ongoing latest AI developments.

Koalisi yang Tidak Biasa

Apa yang membuat RAISE US terkenal adalah daftar perusahaan di belakangnya. OpenAI dan Anthropic – dua pengembang model terdepan yang bersaing ketat – bergabung dengan Microsoft dan Amazon, dua raksasa cloud yang menopang sebagian besar infrastruktur komputasi AI di negara tersebut. Menurut Business Insider, keempat perusahaan tersebut adalah pendukung pendiri organisasi baru, yang terstruktur sebagai organisasi nirlaba.

Jajaran perusahaan ini didukung oleh dukungan politik bipartisan. Politico melaporkan bahwa dorongan sebesar $500 juta diluncurkan dengan dukungan dari berbagai pihak politik, sebuah keselarasan yang jarang terjadi dalam pertanyaan kebijakan AI dalam beberapa tahun terakhir. The New York Times menggambarkan upaya ini sebagai perusahaan besar yang bertujuan untuk "mempermudah transisi AI bagi pekerja Amerika".

Mengapa Sekarang

Peluncuran ini dilakukan di tengah semakin banyaknya bukti bahwa AI mulai membentuk kembali pasar tenaga kerja. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature mendokumentasikan tanda-tanda awal penurunan keterampilan yang meluas ketika para profesional bersandar pada alat AI, sementara pemerintah negara bagian sudah mulai melacak dampak AI terhadap lapangan kerja. California baru-baru ini menjadi negara bagian pertama yang meluncurkan pelacak dampak tenaga kerja AI.

Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan yang mengembangkan teknologi ini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengatasi dampak sosial dari produk mereka. Mendanai upaya pelatihan ulang dalam skala besar menawarkan cara bagi industri untuk menjadi yang terdepan dalam narasi disrupsi – dan untuk menentukan cara penanganan transisi tenaga kerja – daripada menunggu peraturan yang memaksakan diri.

Partisipasi Tingkat Negara Bagian

RAISE US tidak beroperasi sepenuhnya dari atas ke bawah. Beberapa negara bagian bergabung dalam inisiatif ini. The Business Journals melaporkan bahwa Maryland menandatangani program tenaga kerja AI senilai $500 juta, yang menandakan bahwa upaya tersebut mengajak pemerintah negara bagian untuk menjadi mitra pelaksana program pelatihan ulang. Keterlibatan negara penting karena pengembangan tenaga kerja di Amerika Serikat sebagian besar dikelola di tingkat negara bagian.

Inisiatif ini memposisikan dirinya sebagai jembatan antara perusahaan-perusahaan yang mengembangkan AI dan lembaga-lembaga publik yang secara historis telah mengelola pelatihan ulang pekerjaan, menurut liputan dari PYMNTS, yang menggambarkan upaya tersebut sebagai upaya nirlaba bipartisan yang bertujuan untuk memudahkan transisi tenaga kerja yang digerakkan oleh AI.

Skala Tantangannya

Lima ratus juta dolar adalah jumlah yang signifikan bagi organisasi nirlaba tenaga kerja, namun jumlah tersebut tidak seberapa jika dibandingkan dengan skala gangguan yang diantisipasi para ekonom. Peran kerah putih dalam pengkodean, penulisan, layanan pelanggan, dan pekerjaan administratif secara luas dipandang sebagai pekerjaan yang paling banyak terkena model bahasa besar, sementara pekerjaan manual dan perdagangan menghadapi jangka waktu yang lebih lama dan kurang pasti.

The Independent melaporkan bahwa upaya baru ini bertujuan untuk melatih kembali pekerja demi masa depan yang didorong oleh AI, yang mencerminkan penekanan inisiatif ini pada pelatihan ulang keterampilan praktis dibandingkan advokasi kebijakan yang abstrak.

Apa yang Terjadi Selanjutnya

Rincian tentang bagaimana RAISE US akan mendistribusikan pendanaannya – program mana yang akan menjadi mitranya, bagaimana pekerja akan mendaftar, dan metrik apa yang akan menentukan keberhasilan – masih terus bermunculan. Keterlibatan OpenAI dan Anthropic menunjukkan bahwa inisiatif ini juga dapat memanfaatkan alat AI itu sendiri untuk memberikan atau mempersonalisasi pelatihan.

Bagi industri AI, RAISE US mewakili sebuah langkah preemptif: sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang memperoleh keuntungan dari otomatisasi juga berinvestasi pada orang-orang yang digantikannya. Apakah dana sebesar $500 juta dapat mengurangi dampak teknologi terhadap tenaga kerja yang dampaknya masih diukur masih menjadi pertanyaan terbuka – namun koalisi di balik teknologi tersebut, dan dukungan bipartisan terhadap teknologi tersebut, menandakan bahwa perbincangan mengenai ketenagakerjaan AI telah beralih dari spekulasi ke respons yang terorganisir.

---

Stay Ahead of AI

Get the latest AI news, analysis, and breakthroughs — all in one place.

Read more AI news →