Amazon telah memangkas jumlah pekerja di kelompok penelitian kecerdasan umum buatan (AGI), yang menandai serangkaian pengurangan tenaga kerja terbaru di perusahaan tersebut seiring dengan upaya perusahaan tersebut untuk mengubah strategi AI berdasarkan prioritas komersial.

Reuters melaporkan pada hari Rabu bahwa PHK tersebut berdampak pada organisasi AGI Amazon, sebuah divisi yang bertugas melakukan terobosan jangka panjang dalam kecerdasan mesin. Perusahaan mengatakan pemotongan tersebut dilakukan untuk "mempertajam fokus pada inisiatif pelanggan utama," yang menandakan peralihan ke produk AI terapan dibandingkan penelitian terbuka. For more context on this story, see our ongoing artificial intelligence updates.

Konsolidasi di Bawah Kepemimpinan Baru

Pengurangan pekerjaan ini terjadi setelah beberapa kali keluarnya kepemimpinan dan konsolidasi yang lebih luas dari divisi AGI di bawah Wakil Presiden Senior Peter DeSantis, yang mengawasi sebagian besar infrastruktur AI dan pembelajaran mesin Amazon. Restrukturisasi ini mencerminkan upaya untuk menyederhanakan operasi dan menyelaraskan tim peneliti lebih dekat dengan peta jalan produk.

Grup AGI Amazon secara historis mengejar tujuan penelitian yang ambisius dan berjangka panjang, termasuk upaya untuk membangun sistem AI yang lebih mumpuni dan memiliki tujuan umum. PHK ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mempersempit fokusnya ke area dengan jalur yang lebih jelas menuju penerapan komersial, seperti asisten suara Alexa, Amazon Bedrock, dan layanan AI perusahaan yang ditawarkan melalui Amazon Web Services.

Pemotongan ini juga terjadi di tengah transisi kepemimpinan yang lebih luas di AWS, di mana CEO Matt Garman telah menekankan efisiensi operasional dan penyampaian fitur AI yang lebih cepat kepada pelanggan sejak ia mengambil alih kepemimpinan.

Bagian dari Gelombang yang Lebih Besar

PHK yang terjadi di AGI bukanlah peristiwa yang terjadi sendirian. Amazon memangkas sekitar 16.000 pekerjaan pada bulan Januari 2026 dalam restrukturisasi besar-besaran yang bertujuan mengurangi birokrasi dan menghilangkan lapisan manajemen. Sejak itu, perusahaan terus melakukan pengurangan yang lebih kecil dan ditargetkan di berbagai divisi.

Amazon menganggap pemotongan yang sedang berlangsung ini sebagai tinjauan rutin organisasi, bukan PHK massal. Perusahaan mengatakan pihaknya secara teratur mengevaluasi struktur timnya untuk memastikan keselarasan dengan tujuan bisnis jangka panjang. Namun, dampak kumulatifnya cukup signifikan, dengan adanya beberapa putaran pengurangan yang menyentuh peran perusahaan, teknik, dan kini penelitian.

Meskipun terjadi PHK, Amazon tetap menjadi salah satu pembelanja infrastruktur AI terbesar di dunia. Perusahaan ini telah memberikan komitmen puluhan miliar dolar untuk membangun pusat data yang dilengkapi dengan chip AI khusus, dan terus merekrut karyawan secara agresif di berbagai bidang seperti teknik pembelajaran mesin dan manajemen produk AI.

Ketegangan Antara Riset dan Pendapatan

Keputusan untuk memangkas grup AGI menyoroti meningkatnya ketegangan di dalam perusahaan teknologi besar antara mendanai penelitian ambisius dan memberikan hasil jangka pendek. Meskipun Amazon telah berinvestasi besar-besaran pada AI, divisi AGI-nya mewakili pertaruhan atas terobosan ilmiah yang mungkin tidak akan membuahkan hasil selama bertahun-tahun, atau bahkan selamanya.

Pesaing seperti Google DeepMind dan Anthropic telah mempertahankan organisasi penelitian besar yang berfokus pada kemampuan AI terdepan, yang sering kali didanai oleh perusahaan induk yang bersedia menanggung biayanya. Pendekatan Amazon yang lebih berorientasi komersial menunjukkan filosofi yang berbeda, yaitu mengutamakan keuntungan terukur dibandingkan ilmu eksplorasi.

Ini tidak berarti Amazon sepenuhnya meninggalkan penelitian AI. Perusahaan terus menerbitkan makalah, merilis alat sumber terbuka, dan mengembangkan model AI baru. Namun pesan dari pemotongan terbaru ini jelas: penelitian harus semakin membenarkan dirinya dalam hal produk, pendapatan, atau keunggulan kompetitif.

Apa Artinya Bagi Industri AI

Langkah Amazon mencerminkan tren yang lebih luas di sektor teknologi. Karena biaya pelatihan model AI terdepan terus meningkat, perusahaan berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk menunjukkan laba atas investasi. Beberapa perusahaan besar telah merestrukturisasi divisi AI mereka tahun ini, sering kali menggabungkan tim peneliti dengan kelompok produk dan menghilangkan peran yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengan fitur pengiriman.

Khususnya bagi Amazon, pemotongan ini dapat memperlambat kemajuan penelitian AGI jangka panjang sekaligus memberikan sumber daya untuk prioritas yang lebih mendesak. Divisi cloud AWS perusahaan ini tetap menjadi medan pertempuran penting dalam perang AI, dan Amazon berlomba untuk memperluas portofolio layanan AI-nya agar dapat bersaing dengan Microsoft Azure dan Google Cloud.

PHK ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Amazon untuk menarik dan mempertahankan talenta riset AI terbaik. Dengan perusahaan seperti Anthropic, OpenAI, dan Google DeepMind yang secara agresif merekrut peneliti terkemuka, persepsi bahwa Amazon tidak memprioritaskan penelitian fundamental dapat mempersulit persaingan untuk mendapatkan pemikiran terbaik di bidangnya.

Melihat ke Depan

Divisi AGI Amazon kemungkinan akan terus ada dalam beberapa bentuk, namun dengan fokus yang lebih ketat dan sumber daya yang lebih sedikit untuk penelitian spekulatif. Tantangan yang dihadapi perusahaan adalah menyeimbangkan kebutuhan akan produk AI jangka pendek dengan investasi jangka panjang yang diperlukan agar tetap kompetitif di bidang di mana terobosan dapat mengubah seluruh pasar dalam sekejap.

Untuk saat ini, pesan dari pimpinan Amazon tidak ambigu: setiap investasi AI pada akhirnya harus terhubung dengan hasil bagi pelanggan.

---

Stay Ahead of AI

Get the latest AI news, analysis, and breakthroughs — all in one place.

Read more AI news →