Mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke telah ditunjuk di Long-Term Benefit Trust Anthropic, badan tata kelola independen yang mengawasi komitmen perusahaan AI untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang aman dan bermanfaat. Bloomberg, Reuters, dan CNBC semuanya melaporkan penunjukan tersebut pada 9 Juli 2026.
Langkah ini menambahkan salah satu pembuat kebijakan ekonomi paling berpengaruh di era modern ke dalam struktur tata kelola salah satu laboratorium AI terkemuka di dunia. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara perusahaan AI membangun kerangka akuntabilitas, ikuti liputannya di AI Buzz Wire.
Struktur Tata Kelola yang Unik
Kepercayaan Manfaat Jangka Panjang Anthropic tidak seperti dewan perusahaan tradisional. Didirikan ketika perusahaan didirikan, perwalian tersebut memegang kekuasaan untuk memilih dan memberhentikan sebagian dewan direksi Anthropic. Mandatnya adalah memastikan bahwa perusahaan bertindak demi kepentingan kemanusiaan jangka panjang, meskipun hal itu berarti mengabaikan insentif finansial.
Trust dapat melakukan intervensi jika mereka menentukan bahwa Anthropic memprioritaskan keuntungan daripada keselamatan. Struktur ini dirancang untuk mengatasi salah satu permasalahan utama dalam tata kelola AI: bahwa tekanan persaingan untuk merilis model yang semakin kuat dapat menyebabkan perusahaan mengambil jalan pintas dalam hal keselamatan.
Bernanke mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa potensi AI dan dampaknya sangat besar, yang menggarisbawahi pentingnya peran pengawasan lembaga tersebut.
Kredensial Bernanke
Bernanke menjabat sebagai Ketua Federal Reserve dari tahun 2006 hingga 2014, membimbing perekonomian AS melalui krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar. Keputusan-keputusannya pada periode tersebut, termasuk perluasan neraca The Fed dan penyelamatan lembaga-lembaga keuangan besar, dianggap mampu mencegah keruntuhan ekonomi yang lebih parah.
Pada tahun 2022, ia dianugerahi Hadiah Nobel Ekonomi, bersama dengan Douglas Diamond dan Philip Dybvig, untuk penelitian tentang bank dan krisis keuangan yang dilakukan sebelum masa jabatannya di The Fed.
Penunjukannya pada lembaga tersebut menandakan niat Anthropic untuk menghadirkan keahlian ekonomi dan kelembagaan kelas atas seiring dengan mulainya AI membentuk kembali pasar tenaga kerja, sistem keuangan, dan perekonomian yang lebih luas. Pengalaman Bernanke dalam mengelola risiko sistemik di bank sentral paling kuat di dunia diterjemahkan secara langsung menjadi tantangan dalam mengelola risiko sistemik melalui kecerdasan buatan.
Pola Penunjukan Tingkat Tinggi
Penunjukan Bernanke mengikuti langkah tata kelola penting lainnya yang dilakukan oleh Anthropic. Perusahaan ini terus mengumpulkan sejumlah tokoh terkemuka untuk badan pengawas dan penasihatnya, yang berasal dari berbagai bidang termasuk ekonomi, keamanan nasional, dan kebijakan teknologi.
Halaman berita Anthropic juga menunjukkan bahwa Long-Term Benefit Trust baru-baru ini menunjuk Vas Narasimhan, mantan CEO Novartis, ke dalam Dewan Direksi perusahaan, sehingga semakin memperluas jangkauan keahlian di bidang tata kelola perusahaan.
Mengapa Ini Penting
Industri AI sedang bergulat dengan ketegangan mendasar: teknologi berkembang lebih cepat dibandingkan kerangka peraturan yang dirancang untuk mengawasinya. Saat pemerintah di seluruh dunia memperdebatkan undang-undang AI, perusahaan seperti Anthropic sedang membangun pagar internal mereka sendiri.
Pendekatan Anthropic berbeda dengan beberapa pesaing. Daripada hanya mengandalkan peraturan pemerintah, perusahaan telah menciptakan struktur tata kelola yang memasukkan pengawasan eksternal langsung ke dalam DNA perusahaannya. Kemampuan perwalian untuk memberhentikan anggota dewan memberikan kekuatan yang nyata, bukan hanya pengaruh penasehat.
Masih harus dilihat apakah model ini terbukti efektif. Para kritikus mencatat bahwa struktur tata kelola mandiri dapat menciptakan konflik kepentingan, dan bahwa anggota perwalian, betapapun berbedanya, pada akhirnya dipilih oleh perusahaan itu sendiri.
Namun untuk saat ini, penambahan mantan Ketua Fed yang pernah menangani krisis ekonomi yang paling berdampak dalam ingatan kita menunjukkan bahwa kearifan institusional, bukan hanya kemampuan teknis, akan sangat penting untuk mengarahkan pengembangan AI dengan aman.



