Anthropic telah menonaktifkan model kecerdasan buatannya yang paling kuat setelah pemerintah AS mengeluarkan arahan kontrol ekspor yang melarang perusahaan tersebut menyediakannya bagi pengguna asing – sebuah langkah yang telah mengirimkan gelombang kejutan ke industri AI global dan memperburuk hubungan dengan sekutu utama Amerika.

Arahan tersebut, yang dikeluarkan di bawah otoritas keamanan nasional, menangguhkan semua akses ke "Fable 5" dan "Mythos 5" – model perbatasan Anthropic – oleh warga negara asing mana pun, baik di dalam atau di luar Amerika Serikat, menurut pernyataan dari perusahaan tersebut. Perintah tersebut mewakili salah satu penggunaan kontrol ekspor yang paling agresif terhadap model AI komersial hingga saat ini. For more context on this story, see our ongoing breaking AI news.

Apa yang Dilakukan Petunjuk tersebut

Menurut pernyataan Anthropic sendiri, pemerintah AS mengutip otoritas keamanan nasional yang mengeluarkan arahan kontrol ekspor yang menangguhkan semua akses ke Fable 5 dan Mythos 5 oleh warga negara asing. Reuters melaporkan bahwa Anthropic menonaktifkan model-model papan atas setelah adanya perintah AS yang membatasi akses asing, dan Majalah Fortune dan Time melaporkan bahwa perusahaan tersebut menarik model-model paling kuatnya setelah pemerintah melarang akses asing.

Model yang terkena dampak adalah permata mahkota lini produk Anthropic. Mythos sebelumnya telah dipromosikan oleh perusahaan sebagai kekuatan "penghitungan" keamanan siber, menurut The New York Times, dan Fable 5 dan Mythos 5 mewakili batas kemampuannya saat ini. Menghapusnya dari pengguna asing secara efektif menghalangi teknologi paling canggih Anthropic di luar batas AS.

Peningkatan Mendadak

Business Insider melaporkan reaksi luas di dunia teknologi terhadap larangan pemerintahan Trump terhadap akses asing terhadap model-model baru Anthropic, sementara The Wall Street Journal melaporkan bahwa Anthropic telah mengirim staf ke Washington dalam upaya untuk menyelesaikan pembatasan tersebut. Fortune berargumentasi bahwa, jika digabungkan, tindakan pemerintah tersebut sama dengan rezim pemberian lisensi de facto untuk AI terdepan di Amerika Serikat.

Penggunaan kontrol ekspor – perangkat hukum yang sama yang digunakan AS terhadap semikonduktor canggih – untuk membatasi model perangkat lunak menandai titik balik. Hal ini menandakan bahwa Washington kini memperlakukan sistem AI yang paling mumpuni sebagai aset strategis yang setara dengan chip yang digunakan untuk melatih mereka.

Dampak buruk bagi Sekutu dan Bisnis

Larangan ini telah membuat khawatir mitra-mitra di luar negeri. The Times of London melaporkan bahwa langkah tersebut mengkhawatirkan dunia usaha di Inggris yang mengandalkan model frontier; Al Jazeera melaporkan bahwa mereka memiliki "aliansi yang semakin tegang"; dan Deutsche Welle melaporkan bahwa larangan ekspor tersebut "mengguncang" industri AI.

Tanggapan Eropa telah ditunjukkan. Komisi Eropa mengatakan larangan tersebut “tidak boleh bersifat diskriminatif,” menurut Euronews, yang mencerminkan kekhawatiran di Brussel bahwa pengendalian ekspor AS dapat merugikan perusahaan-perusahaan Eropa yang bergantung pada model Amerika. Di Amerika Serikat, anggota parlemen menuntut jawaban mengenai pembatasan Antropis yang dilakukan pemerintah, The Washington Post melaporkan.

Respons Antropis dan Kerangka Kerja Baru

Pada pertengahan bulan Juni, pemerintah AS dan Anthropic sedang menyusun kerangka keamanan AI setelah larangan ekspor, menurut laporan – sebuah tanda bahwa kedua belah pihak sedang mencari pengaturan yang lebih tahan lama daripada penangguhan langsung. Pelaporan The Wall Street Journal tentang pengiriman staf Anthropic ke Washington menggarisbawahi betapa mendesaknya perusahaan tersebut berupaya untuk melonggarkan atau mengubah pembatasan tersebut.

Bagi Anthropic, taruhannya bersifat komersial dan juga geopolitik. Larangan tersebut diberlakukan saat perusahaan bersiap untuk go public, dan ketidakpastian mengenai siapa yang dapat menggunakan produk andalannya adalah jenis risiko yang dipertimbangkan investor dalam IPO.

IPO dan Perlombaan yang Lebih Luas

Larangan ekspor terjadi pada saat yang sulit bagi Anthropic, yang secara rahasia mengajukan penawaran umum perdana pada tanggal 1 Juni 2026, The New York Times melaporkan. Didirikan pada tahun 2021 oleh mantan peneliti OpenAI Dario Amodei dan Daniela Amodei, perusahaan di balik chatbot Claude diharapkan menjadi landasan dari apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai gelombang pencatatan AI yang terjadi sekali dalam satu generasi, dengan Goldman Sachs dan Morgan Stanley dilaporkan mengorganisir tim untuk penawaran Anthropic dan OpenAI.

Pembatasan ini telah mulai mengubah lanskap persaingan. Penyedia cloud asal Eropa, OVHcloud, yang telah membangun kemampuan pelatihan model frontiernya sendiri, mengalami penguatan dalam penerapan kebijakan cloud kedaulatannya akibat larangan tersebut, Startup Fortune melaporkan – sebuah ilustrasi awal tentang bagaimana kontrol ekspor mengarahkan permintaan ke alternatif domestik.

Gambaran Yang Lebih Besar

Arahan Antropik adalah tanda paling jelas bahwa AI terdepan telah memasuki ranah teknologi terkendali. Jika model yang paling canggih dapat dibatasi seperti chip atau komponen senjata yang canggih, maka perusahaan yang memproduksinya akan beroperasi di bawah serangkaian kendala yang berbeda secara fundamental – dan negara-negara yang menampungnya akan memiliki pengaruh strategis yang baru.

Untuk saat ini, Fable 5 dan Mythos 5 masih terlarang bagi dunia di luar Amerika Serikat, dan industri ini sedang mengamati dengan cermat apakah kerangka kerja yang dirancang di Washington akan menjadi sebuah contoh – atau sebuah peringatan.

---

Stay Ahead of AI

Get the latest AI news, analysis, and breakthroughs — all in one place.

Read more AI news →