Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada hari Kamis merilis nama-nama ahli yang akan terdiri dari lima gugus tugas untuk memeriksa operasi bank sentral, termasuk pemodal ventura Marc Andreessen, mantan CEO Walmart Doug McMillon, dan mantan gubernur Bank of England. Di antara mandat kelompok tersebut adalah penilaian langsung tentang bagaimana kecerdasan buatan mengubah produktivitas dan lapangan kerja di seluruh perekonomian AS.
Pengumuman tersebut, pertama kali dilaporkan oleh CNBC dan dikonfirmasi oleh Wall Street Journal dan Washington Post, menandai salah satu pengakuan institusional paling signifikan bahwa otomatisasi berbasis AI telah menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan moneter. Andreessen, salah satu pendiri perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz (a16z) dan sekutu penting pemerintahan Trump dalam kebijakan teknologi, akan ikut memimpin gugus tugas yang berfokus pada produktivitas dan lapangan kerja. Untuk cakupan industri AI dan perkembangan kebijakan terkini, AI Buzz Wire menelusuri bagaimana penunjukan ini dapat memengaruhi perdebatan ekonomi.
Lima Satuan Tugas, Satu Perombakan yang Dipimpin AI
Warsh pertama kali mengungkapkan niatnya untuk membentuk gugus tugas tersebut pada bulan lalu, dan menyusun gugus tugas tersebut sebagai bagian dari janji tinjauan komprehensif terhadap kerangka kebijakan moneter The Fed. Menurut laporan CNBC, kelima kelompok tersebut akan menangani komunikasi, data, neraca Federal Reserve, produktivitas dan lapangan kerja, serta kerangka kerja yang digunakan pembuat kebijakan dalam memandang inflasi.
Gugus tugas produktivitas dan lapangan kerja adalah tempat dimana AI menjadi pusat perhatian. Andreessen akan bergabung dengan McMillon, CEO lama Walmart yang mengundurkan diri pada awal tahun 2026, dan Mark Carney, mantan gubernur Bank of England yang sebelumnya telah memperingatkan tentang dislokasi ekonomi yang dapat disebabkan oleh perubahan teknologi yang cepat. Phil Spencer, CEO Microsoft Gaming (Xbox), juga termasuk dalam kelompok yang menilai dampak ekonomi AI, menurut laporan dari eciks.org.
Komposisi tersebut menandakan bahwa The Fed memperlakukan AI bukan sebagai isu teknologi khusus namun sebagai kekuatan makroekonomi yang setara dengan dinamika inflasi dan pengelolaan neraca. Pelukan bank sentral terhadap penasihat eksternal dari sektor teknologi dan ritel mematahkan ketergantungan tradisionalnya pada ekonom akademis.
Mengapa The Fed Sekarang Peduli Terhadap AI
Gugus tugas ini tiba pada saat perdebatan semakin intensif mengenai apakah AI sudah menggusur pekerja atau menambah jumlah pekerja. PHK di AS mencapai tingkat tertinggi sejak pandemi COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir, dengan perusahaan-perusahaan menyebutkan adopsi AI sebagai faktor penyebab sekitar 40 persen PHK, menurut perusahaan penempatan tenaga kerja Challenger, Gray & Christmas. Pada saat yang sama, perusahaan yang menerapkan alat AI telah melaporkan peningkatan produktivitas dalam pengkodean, layanan pelanggan, dan analisis data.
Bagi Federal Reserve, taruhannya bersifat langsung. Jika AI secara permanen meningkatkan pertumbuhan produktivitas, potensi output perekonomian akan meningkat, sehingga memungkinkan pertumbuhan lebih cepat tanpa tekanan inflasi. Namun jika AI menggantikan sejumlah besar pekerja lebih cepat daripada kemampuan mereka diserap kembali, pengangguran bisa meningkat dan belanja konsumen bisa melemah. Skenario mana pun akan mengubah cara The Fed menetapkan suku bunga.
Penunjukan Andreessen sangat penting karena ia adalah salah satu orang yang paling bersuara keras dalam argumennya bahwa AI akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja daripada menghancurkannya, sebuah posisi yang ia utarakan dalam 'Techno-Optimist Manifesto' yang banyak dibaca. Rekan panelisnya membawa perspektif yang berbeda: McMillon dari sektor ritel, di mana AI sudah membentuk kembali logistik dan perencanaan tenaga kerja, dan Carney dari bank sentral, di mana kekhawatiran terhadap pengangguran struktural semakin mendalam.
Tinjauan Kebijakan Moneter yang Lebih Luas
Gugus tugas ini merupakan bagian dari apa yang digambarkan oleh Warsh sebagai tinjauan dari atas ke bawah mengenai bagaimana The Fed beroperasi. Selain AI dan ketenagakerjaan, kelompok ini akan mengkaji strategi komunikasi bank sentral dengan masyarakat dan pasar, kemampuan pengumpulan dan analisis data, dan pengelolaan neraca keuangan bernilai triliunan dolar.
Gugus tugas kerangka inflasi akan meninjau kembali pendekatan penetapan target The Fed, sebuah proses yang terakhir dirombak pada tahun 2020 ketika bank sentral mengadopsi strategi yang membiarkan inflasi berjalan cukup di atas 2 persen untuk menutupi kekurangan di masa lalu. Kerangka kerja tersebut mendapat kritik dari beberapa ekonom yang berpendapat bahwa kerangka tersebut berkontribusi terhadap lonjakan inflasi pada tahun 2021 hingga 2023.
Warsh, yang dikukuhkan sebagai ketua Fed pada awal tahun 2026, berjanji dalam sidang konfirmasi bahwa dia akan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap lembaga tersebut. Penunjukan satuan tugas ini merupakan langkah konkrit pertama dalam mewujudkan janji tersebut.
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Gugus tugas tersebut diperkirakan akan menghasilkan rekomendasi dalam beberapa bulan mendatang, meskipun The Fed belum menentukan batas waktu pastinya. Temuan mereka dapat mempengaruhi segala hal mulai dari proyeksi ekonomi The Fed hingga strategi suku bunga jangka panjangnya.
Bagi industri teknologi, masuknya AI ke dalam agenda The Fed menambah bobot institusional pada perdebatan yang sampai saat ini sebagian besar terjadi dalam laporan pendapatan perusahaan, makalah akademis, dan lembaga pemikir kebijakan. Dengan hadirnya Andreessen, argumen bahwa AI berdampak positif terhadap lapangan kerja akan mendapat dukungan kuat dari salah satu lembaga ekonomi paling berpengaruh di dunia.
Tetap Terdepan dalam AI
Ingin memahami bagaimana keputusan kebijakan AI mempengaruhi perekonomian? Baca berita AI selengkapnya di AI Buzz Wire untuk liputan harian tentang titik temu antara kecerdasan buatan dan pemerintah.


