Pemerintahan Trump menekan Meta untuk menyerahkan model kecerdasan buatannya untuk ditinjau secara sukarela, sebuah langkah yang akan memungkinkan pejabat federal untuk meneliti sistem paling canggih milik perusahaan tersebut ketika kekhawatiran keamanan nasional terhadap AI yang berada di garis depan semakin meningkat.
The New York Times pertama kali melaporkan dorongan tersebut pada tanggal 23 Juni 2026, dengan judul bahwa Amerika Serikat menekan Meta untuk menyetujui peninjauan AI seiring dengan meningkatnya masalah keamanan. Reuters, Associated Press, dan sejumlah media lain kemudian mengkonfirmasi pernyataan tersebut, menggambarkan upaya pemerintah untuk mendapatkan akses federal ke model perbatasan Meta secara sukarela. For more context on this story, see our ongoing latest AI developments.
Laporan mengenai dorongan untuk mengakses model AI Meta menyoroti kekhawatiran yang semakin besar di dalam pemerintahan AS mengenai risiko yang ditimbulkan oleh sistem AI yang semakin kuat, mulai dari ancaman dunia maya hingga potensi penyalahgunaan.
Pendekatan Sukarela
Pembukaan pemerintah terhadap Meta dianggap bersifat sukarela dan bukan sebagai mandat hukum. Pejabat federal sedang meminta izin untuk mengevaluasi model Meta, sebuah pengaturan yang akan memberikan visibilitas kepada pemerintah mengenai kemampuan dan potensi bahaya dari sistem yang sedang dikembangkan perusahaan tanpa memerlukan undang-undang baru.
Pendekatan sukarela ini mencerminkan cara pejabat AS melibatkan pengembang AI lainnya. Hal ini mencerminkan strategi yang lebih luas dalam mendorong kerja sama dari laboratorium-laboratorium terkemuka melalui perjanjian, bukan regulasi, bahkan ketika seruan untuk pengawasan formal semakin meningkat.
Bagian dari Pola yang Lebih Luas
Dorongan terhadap Meta tidak terjadi secara terpisah. Hal ini mengikuti serangkaian langkah yang menandakan peningkatan pengawasan pemerintah terhadap AI di wilayah perbatasan. Beberapa hari sebelumnya, badan-badan intelijen dari aliansi Five Eyes, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, mengeluarkan peringatan bersama yang jarang terjadi bahwa model AI baru yang mampu menghancurkan serangan siber terhadap pemerintah dan dunia usaha akan muncul dalam waktu beberapa bulan, bukan tahun.
Pemerintah juga telah mengambil tindakan lebih langsung di tempat lain. Sebelumnya pada bulan Juni, pembatasan diberlakukan pada akses ke model Anthropic yang paling kuat, termasuk sistem yang dikenal sebagai Fable dan Mythos 5, karena masalah keamanan nasional, sebuah keputusan yang dilaporkan mengganggu akses sebagian Badan Keamanan Nasional dan memicu tuntutan hukum pelanggan. Pembukaan Meta menunjukkan bahwa para pejabat kini beralih ke perusahaan yang pendekatan terbukanya dalam merilis bobot AI telah lama menjadikannya titik fokus perdebatan keselamatan.
Mengapa Meta Menarik Perhatian
Meta menempati posisi yang tidak biasa di antara pengembang AI terdepan. Tidak seperti OpenAI, Anthropic, atau Google, yang secara umum mempertahankan versi paling mumpuni dari model mereka sebagai hak milik, Meta telah memperjuangkan filosofi sumber terbuka, melepaskan bobot model bahasa besar keluarga Llama kepada para peneliti dan pengembang di seluruh dunia.
Keterbukaan tersebut telah mendorong adopsi dan inovasi yang cepat, namun juga menimbulkan peringatan dari para peneliti keamanan dan beberapa pembuat kebijakan, yang berpendapat bahwa pendistribusian bobot model yang kuat secara bebas akan mempersulit pengendalian bagaimana teknologi tersebut digunakan. Tinjauan federal yang bersifat sukarela dapat mewakili jalan tengah, yang memungkinkan pemerintah menilai risiko sebelum rilis di masa depan tanpa memaksa Meta untuk meninggalkan pendekatan terbukanya.
Taruhannya bagi Industri
Jika Meta setuju untuk menyerahkan modelnya untuk ditinjau, hal ini akan menandai langkah signifikan dalam formalisasi pengawasan pemerintah atas pengembangan AI komersial. Hal ini juga bisa menjadi preseden yang harus diikuti oleh pengembang lain, terutama karena pemerintah memberi sinyal bahwa mereka memandang evaluasi model perbatasan sebagai prioritas keamanan nasional.
Perkembangan ini terjadi di tengah lanskap persaingan yang ketat. Perusahaan AI berlomba untuk merilis sistem yang lebih mumpuni sekaligus mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) yang sangat dinantikan, sehingga menciptakan tekanan untuk bergerak cepat bahkan ketika pemerintah mendesak agar berhati-hati. Cara Meta menanggapi permintaan pemerintah tidak hanya akan menentukan arah perkembangannya, namun juga norma-norma yang lebih luas yang mengatur bagaimana AI terdepan dibangun, dievaluasi, dan dirilis.
Untuk saat ini, inisiatif ini masih bersifat sukarela. Namun pesan dari Washington jelas: seiring dengan semakin canggihnya model AI, pemerintah mengharapkan adanya kesepakatan sebelum model tersebut diterapkan.
Sumber: The New York Times, Reuters, Associated Press.---
Stay Ahead of AIGet the latest AI news, analysis, and breakthroughs — all in one place.
Read more AI news →


